Sabtu, 06 Agustus 2016

TANGISAN TAK BERSUARA DARI BIBIR PANTAI (Catatan Untuk Pembangunan Maritim Indonesia)


Oleh Hana Fathiya Dasairy[1]

Berjalan menelusuri dan mempelajari kehidupan di negeri sendiri merupakan salah satu keharusan bagi generasi muda sebagai penerus bangsa. Tidak bisa dipungkiri, banyak persoalan dalam negeri  ini yang belum terselesaikan terutama dalam  menuntaskan kemiskinan. Tidak sedikit orang diluar sana yang membutuhkan uluran tangan kita agar bisa hidup layak. Rintihan mereka  menjadi bukti nyata Indonesia memerlukan sosok pemimpin yang bisa membawa perubahan ke arah yang  lebih baik.
 Negara yang memiliki wilayah laut yang sangat luas  dan dikelilingi banyak pulau menjadikan Indonesia disebut sebagai negara maritim. Meskipun Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 2/3 wilayahnya adalah lautan yang merupakan sumber daya maritim yang sangat kaya, rupanya  belum banyak memberikan kontribusinya dalam dunia perekonomian. Hal ini diperlihatkan dari data secara kasat mata bahwa masyarakat pesisir yang merupakan masyarakat yang paling dekat dengan sumberdaya pesisir dan laut umumnya masih tergolong pada masyarakat miskin atau dikategorikan sebagai masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah.
Fakta hari ini adalah kehidupan nelayan yang  masih miskin, pemukiman mereka kumuh, dan tingkat pendapatan dan pendidikan mereka rendah. Mereka rentan  terhadap perubahan-perubahan sosial, politik, dan ekonomi, serta tidakberdaya menghadapi intervensi pemodal dan lintah darat. Kondisi inilah yang membuat masyarakat pesisir tetap tertinggal.
Cara pandang bahwa Indonesia adalah Negara agraris sebenarnya tidak salah, tetapi dengan meninggalkan peranan laut yang sesungguhnya merupakan bagian terbesar wilayah RI, nampaknya menjadi hambatan besar Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia yang menjadi salah satu visi Presiden Jokowi dalam masa pemerintahannya tahun 2014-2019.
Mengingat kebijakan ekonomi yang diluncurkan untuk membangun serta mengembangkan sektor kemaritiman, menjadi penting bagi kita untuk menengok kehidupan masyarakat pesisir. Pendidikan yang rendah menjadi penyebab masyarakat pesir tetap miskin dan terbelakang. Meski pemerintah telah mencanangkan program Indonesia Pintar dengan wajib belajar 12 tahun dengan biaya gratis, rupanya hal itu belum bisa dirasakan masyarakat pesisir terutama mereka yang tinggal di pulau terpencil. Minimnya tenaga pengajar, fasilitas pendidikan yang kurang memadai dan jauhnya jarak menjadi penyebab banyaknya anak pesisir yang memutuskan untuk berhenti sekolah.
Bagi mereka, pendidikan yang tinggi hanyalah sebuah mimpi, dimana pendidikan menurut mereka hanyalah sebatas modal untuk mereka menulis, membaca, berhitung dan tidak lebih dari itu. Padahal jika anak pesisir mampu menjalani pendidikan tinggi, mereka akan menjadi sumber daya manusia yang cerdas dalam mengelola kekayaan lautan di Indonesia yang menjadi sumber kekayaan terbesar dalam pembangunan Indonesia.
Tidak hanya itu, hingga kini ratusan pulau terpencil dan terluar yang dihuni nelayan nampaknya belum dapat menikmati ketersediaan listrik. Jangankan untuk mengembangkan poros maritim dunia, untuk sekedar menikmati penerangan listrik di malam hari pun para nelayan Indonesia itu sangat kesulitan. Belum selesai disitu, jumlah fasilitas pelayanan kesehatan untuk nelayan dan masyarakat pesisir khususnya yang berada di pulau-pulau kecil sangat memprihatinkan. Padahal, kondisi lingkungan yang berdekatan dengan laut dan cuaca yang sering berubah-ubah, membuat wilayah pesisir lebih rentan terkena penyakit.
Oleh sebab itu, pemberdayaan masyarakat pesisir perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, khususnya pemerintah. Begitu pun pemerintah berharap besar kepada kita para pemuda untuk bisa berpartisipasi dalam membangun maritim Indonesia yang telah melekat menjadi identitas bangsa.
Kita ubah mindset pembangunan kita dengan berkiblat kelaut dan memberdayakan masyarakat pesisir adalah langkah pertama dan utama.! (end)



[1] Mahasiswa Semester 3 Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


MENGENAL DASAR ILMU GIZI KESMAS

Kondisi Gizi Anak Indonesia sumber: https://kominfo.go.id/content/all/infografis?page=113 Deskripsi mata Kuliah Memberikan pemahama...